• Selamat Datang di Website Bungomarketing.com - Situs Jual Beli Online Terpercaya
  • Saat ini kami menerapkan komisi 20 % untuk member yang terdaftar sebagai reseller
Beranda » Blog » Istriku Mandul

Istriku Mandul

Diposting pada 29 Desember 2019 oleh Sales Marketing / Dilihat: 21 kali

Dave. Dia partner kerja yang menyenangkan. Hampir seluruh urusanku terselesaikan dengan baik. Termasuk masalah pribadiku.

Haina, istriku. Dia tahu kalau Dave teman baikku. Tentu ia tak pernah keberatan kalau Dave kuajak bertandang ke rumah setiap akhir pekan. Bahkan sekedar menginap satu malam. Toh rumah kami selalu sepi. Tak ada anak-anak dan pembantu. Hampir lima tahun ini aku hanya tinggal bersama istriku.

Sementara Dave selalu menerima tawaranku dengan senang hati. Setiap akhir pekan dia bilang, tidak pernah menyempatkan waktu untuk membuat acara lain atau sekedar berkencan dengan seorang perempuan di malam minggu. Entah alasan apa yang membuatnya betah menyendiri hingga saat ini.

“Kau cuma berdua dengan istrimu?” Sebuah pertanyaan pedas pada kunjungan pertamanya. Aku tersenyum kecut. “Asyik dong, setiap hari seperti pengantin baru.” Tawanya membahana. Sekilat memandang istriku yang tersenyum tersipu.

Aku tak menjawab komentarnya. Aku tak ingin menyakiti hati istriku. Ini adalah aib keluarga, tak seorangpun harus kuberitahu akan hal ini. Bila istriku tersakiti, tentu aku akan dianggap laki-laki tidak tahu diri, tidak punya hati, dan sebagainya.

Aku berjanji tidak akan cerita masalah sebenarnya pada siapapun. Tapi nyatanya tidak kepada Dave pada akhirnya. Sejak bertemu dia, aku seperti punya pasangan hidup baru yang lebih memahami aku. Hatinya lebih terbuka, sepertinya. Ketimbang istriku sekalipun. Kuceritakan sebuah rahasia pada jam makan siang di kantor.

“Istriku mandul, Dave.” Kulihat mata Dave membesar.

“Kau yakin?” Itu pertanyaan Dave seperti tak percayai ucapanku.

“Kami sudah menikah selama lima tahun lebih. Tapi Haina tidak juga menghadiahiku seorang anak.”

“Kau yakin?” Dave mengulangi ketidakpercayaannya.

“Kau ini kenapa, Dave? Aku sedang mengadu padamu kalau kehidupanku selama ini tidak menyenangkan. Kau pikir ketidakbahagiaan yang kuceritakan itu sebuah kepura-puraan?”

“Kalian sudah periksakan ke dokter?” Aku menggeleng. “Kenapa?”

“Istriku selalu menolak. Dia bilang ia bukan perempuan mandul. Tapi alasan ini justru memperkuat dugaanku bahwa dia benar-benar mandul.”

“Kamu yakin?”

“Dave, jangan membuatku bosan dengan pertanyaanmu itu.”

“Jangan-jangan kau sendiri enggan memberitahu istrimu kalau sebenarnya yang punya kekurangan itu kau.”

“Dave…!”

“Aku tidak menuduh. Hanya mencoba memberi solusi.”

“Maksudmu?”

“Jangan egois, John. Kau berperasangka buruk pada istrimu dengan membuat pembenaran atas dirimu sendiri tanpa adanya fakta yang kalian buktikan bersama.” Dave mendengus memberiku semangat. “Konsultasikan segera ke dokter ahli, biar semuanya jelas.”

“Percuma, Dave. Hubungan kami sudah tidak harmonis.”

“Oh iya?”

“Hampir setahun ini kami tidak lagi berhubungan layaknya suami istri. Aku sudah tak punya hasrat padanya.”

“Apa? Kau gila, John! Tega sekali memperlakukan istrimu begitu.” Wajah Dave tiba-tiba memerah. “Setidaknya kalau kau tak punya lagi hasrat untuk Haina, ceraikan dia. Kau sudah sengaja menyiksanya, John.”

Aku tak menyahuti kemarahannya dengan reaksi lain. Kuakhiri cerita tentang istriku sampai di situ. Alasan mengapa aku tak bercerai dari Haina adalah rahasiaku saja. Biarlah Dave berkata apa tentang aku, yang penting harta kekayaan dan dua perusahaan milikku tidak akan terbagi dua, sampai aku menemukan cara yang tepat agar kepemilikannya adalah tunggal, yakni aku semata.

Setelah pembicaraan kami waktu itu, aku tak lagi mengajaknya berdiskusi soal wanita, keluarga, cinta dan hubungan suami istri. Pembicaraan kami lebih pada hubungan kerja. Dan semua tampak tak berubah. Aku masih kerap mengajaknya menginap di akhir pekan. Bahkan kali ini dia yang kadang meminta.

Aku senang. Ternyata Dave memang benar-benar sahabat yang bisa dipercaya. Setelah sebuah rahasia keluarga kubocorkan dia tak menampakkan reaksi apapun. Dia selalu bersikap seolah tak tahu apa-apa di depan Haina.

Yang terlihat berubah malah Haina. Istriku yang biasanya hanya menyapa tamunya dengan seulas senyum itu, kini sering ikut berseloroh menyegarkan suasana.

Lebih dari itu. Dia bertingkah tak seperti biasanya. Tawaran makan malam spesial tak pernah dilewatkannya setiap kali tahu aku akan pulang bersama Dave. Sungguh mengherankan. Tapi aku tetap menganggap perlakuannya tidak terlalu istimewa. Itu dia, aku sudah kehilangan hasrat walau diperlakukan seromantis apapun.

Di acara makan malam berlangsung, Haina selalu cerah ceria. Dia berlaku bak ratu istana. Berdandan lebih cantik dan memperlakukan aku seperti raja. Di depan Dave, Haina memperlihatkan betapa serasinya kami. Betapa nikmatnya hidup yang kami arungi.

Kutahu kalau Dave selalu mencuri pandang ke arah Haina yang duduk hampir merapat di sebelahku. Kemudian tersenyum. Entah apa arti senyumnya. Mungkin sebuah ejekan, karena dia tahu persis keadaan yang sesungguhnya mengenai hubungan kami. Dave tentu yakin bahwa yang dilakukan Haina malam itu dan malam-malam sebelumnya adalah kemunafikan.

“Kalian pasangan sempurna. Aku iri,” kata Dave tiba-tiba. “Istrimu pandai memasak John. Tentu beruntung memiliki istri yang tahu selera sang suami.”

“Kau terlalu mengada-ada, Dave.”

“Aku tahu kau bukan tipe orang yang senang disanjung, John. Dan aku tidak sedang memujimu. Aku hanya ingin bilang, sudah sejak lama aku memimpikan punya istri yang pandai memasak. Seperti istrimu.”

“Menikah saja dengan Haina kalau begitu,” kataku seenaknya.

Dave tersedak. Tak kusangka Hainapun bereaksi. Dia mendongak spontan. Ada rona ketakutan membayang di matanya ketika dengan segera kutangkap kilatan itu di maniknya. Tiba-tiba dia bangkit sambil memegangi perutnya. Sejurus kemudian kuterka bahwa seluruh hidangan makan malam yang sempat mampir di lambungnya tertumpah di toilet.

# # #

Kalimat terakhir yang begitu saja terlontar saat makan malam waktu itu berbuntut sakit hati. Dave tak lagi datang untuk menginap. Haina selalu bungkam tiap kutanya mengapa sering mengurung diri di kamar. Fisiknya melemah. Pagi-pagi sekali dia sudah muntah-muntah di kamar mandi. Wajahnya memucat lalu pingsan tiba-tiba. Kuajak ke dokter selalu menolak.

“Aku hanya pusing biasa. Sebentar lagi pulih.” Aku percaya keterangannya. Setelah itu dia memang terlihat biasa-biasa saja. Anehnya, kejadian itu berulang pada keesokan harinya.

“Undanglah Dave. Aku ingin buatkan makan malam untuk kalian.” Aku tak mengira dia akan mengatakan itu.

“Tapi kau sakit, Haina.”

“Apa kau peduli?” Tanpa memandangku. “Rasa peningku akan hilang kalau kita sedikit bikin pesta.”
Aku menurutinya. Aku mengundang Dave. Awalnya dia beralasan untuk tidak memenuhi undanganku. Namun ketika kubilang Haina yang meminta dia mengiyakannya.

Malam yang sempurna dengan hidangan makan malam yang lebih sempurna. Pun sang pemilik acara. Haina tampil laksana bidadari. Ya, dia memang bidadari. Tapi sekali lagi kukatakan aku tak lagi menyimpan hasrat untuk menyentuhnya. Hingga hari yang ke empat ratus lima puluh tujuh ini aku tak pernah menganggapnya indah.

Haina duduk tak lagi merapat padaku seperti makan malam-makan malam yang lalu. Posisi kami amat berjauhan bahkan berseberangan. Aku, Haina dan Dave duduk di tiga sudut yang berbeda.

“Aku tak percaya kalau kau secantik bidadari, Haina.”

Pemilik suara itu tentulah Dave. Dia memandang lekat bidadari itu tanpa mempedulikan aku. Haina tersenyum manis. Wajahnya berbinar merah.
Entah baru pada hitungan ke berapa kami sama-sama menyuap makanan, Haina tiba-tiba meletakkan garpunya lebih dulu.

“Aku hamil.”

Giliran aku yang tersedak. “Hamil katamu?” Amarahku ingin aku ledakkan saat itu juga. Aku ingin bertanya apa maksud Haina membuat acara seperti ini dengan bumbu lelucon yang sama sekali tidak lucu.

Tapi belum juga aku meluncurkan pelecut murkaku tiba-tiba Haina menyilangkan telunjuknya di depan bibir. Dave dan aku dipandangnya bergantian.

“Ya, aku hamil, Dave.” Katanya.

# # #

Sumber : https://web.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/permalink/2936564966405375/

Tags: ,

Bagikan ke

Diposting oleh

Kami melayani berbagai jenis jasa antara lain: Jasa Desain Website, Jasa Desain Banner, Jasa Pembuatan Video Promosi, Mencetak Kalender, Brosur Sekolah, Brosur Perusahaan, Service Laptop, Komputer Dll.

Istriku Mandul

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Istriku Mandul
29 Desember 2019

Haina tampil laksana bidadari. Ya, dia memang bidadari. Tapi sekali lagi kukatakan aku tak lagi menyimpan hasrat untuk menyentuhnya. Hingga hari yang ke empat ratus lima puluh tujuh ini aku tak pernah menganggapnya indah.

Pengertian Tentang Domain Expired
23 Juli 2021

BUNGOMARKETING.COM – Ada banyak artikel yang membahas tentang apa kegunaan domain expired dan  bagaimana cara mencari domain expired yang berkwalitas. Namun bagi pemula sebaiknya tidak membeli domain yang sudah expired, kenapa? karena selain harganya yang biasanya mahal pembayarannyapun harus menggunakan USD atau uang dollar. karena di indonesia belum ada yang meyediakan khsus domain yang seperti… selengkapnya

Nama Barang Supermaket
7 Januari 2020

Macam – macam Nama Barang Supermaket yang wajib anda ketahui sebagai Calon Penjual Online Halo apakabar sahabat BungoMarketing.com, kali ini saya ingin memberikan sedikit informasi tentang macam-macam barang yang biasanya digunakan di toko besar seperti Supermaket dan juga Toko Online terbesar. hal ini wajib diketahui bagi rekan-rekan yang ingin membangun website berbasis Toko Online atau… selengkapnya

Domain Expired
21 Juli 2021

Banyaknya yang mencari Domain Expired atau Domain Kadaluarsa membuat hati saya tergerak untuk memposting Domain saya yang juga banyak yang kadaluarsa, sekaligus untuk meyakinkan kepada pengunjung bungomarketing.com yang kebanyakan menganggap situs baru atau dikatakan pemain baru dan berefek menipu kepada pelanggan apa yang kami jual. Untuk hal jual beli sudah diatur dalam hukum jual beli… selengkapnya

Ayo Sedekah Akhir & Awal Tahun
29 Desember 2019

Ayo Sedekah Akhir & Awal Tahun Ciptakan banyak kebaikan, dengan banyak memberi kepada sesama Tahun 2020 di depan mata. Memiliki resolusi untuk tahun yang baru bukan hal yang buruk. Karena resolusi membantu kita untuk menetapkan target-target di tahun yang akan datang, dan upaya untuk mencapainya. Tidak hanya diperlukan tindakan, tetapi juga ketetapan hati untuk mewujudkannya…. selengkapnya

Jasa Pembuatan Toko Online Responsive
7 Januari 2021

BUNGOMARKETING.COM – Jasa Design Website Toko Online saat ini dijalankan melalui mesin website ternama dan terbesar, yaitu CMS WordPress, dengan wordpress rekan-rekan pemula sekalipun mampu untuk mengelolanya, ditambah Support dari kami Insyaa Allah rekan-rekan bisa mengelola sendiri. dari hal posting produk dan meletakan kategori produk yang sesuai dengan produk yang mau rekan-rekan jual secara Online…. selengkapnya

Istriku Mandul

Sidebar

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Raisa
● online
Kang Ipung
● online
Raisa
● online
Halo, perkenalkan saya Raisa
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja